Cari Blog Ini

Earn your money here!

coinpayu

Sabtu, 03 Juli 2021

Perbedaan Varian Covid-19 Delta dan Kappa dari India (Virus Baru)

Dilansir dari suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan telah mengganti nama varian virus yang beredar di seluruh dunia agar lebih mudah dipahami. Saat ini, terdapat empat varian yang paling mengkhawatirkan, yaitu varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Masing-masing varian itu sebelumnya dikenal sebagai varian Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan India. Sekarang, varian Delta mendapat sorotan lebih sering karena dianggap lebih menular daripada varian lainnya.

Menurut Times of India, varian pertama yang ditemukan di India adalah varian B.1.617. Kemudian, dibagi menjadi sub-garis keturunan, di mana varian B.1.617.1 menjadi Kappa dan varian B.1.617.2 menjadi Delta.

Dilansir dari ABC News, Minggu (4/7/2021), berikut ini hal yang harus diketahui tentang perbedaan varian Delta dan Kappa dari India:


1. Varian Delta


Varian Delta adalah varian terbaru yang menjadi perhatian, seperti diklasifikasikan oleh WHO. WHO meyakini bahwa varian Delta memiliki peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologi, peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit, dan penurunan efektivitas tindakan pencegahan. Varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada Oktober tahun lalu dan dianggap sangat menular. Pihak berwenang di Inggris memperkirakan varian ini 40 persen lebih mudah menular daripada varian sebelumnya. Selain itu, virus juga berpotensi 60 persen lebih menular daripada varian Alpha. Menurut SBS News, varian ini dilaporkan telah ditemukan di lebih dari 80 negara dan menjadi varian dominan secara global karena peningkatan penularannya. Penelitian dari Public Health England memperkirakan varian Delta memiliki nilai reproduksi 6,0, dibandingkan antara 2-3 dari varian lainnya. Dengan kata lain, setiap satu orang terinfeksi varian Delta, maka enam orang lainnya akan tertular virus tersebut.



2. Varian Kappa


Varian Kappa juga pertama kali terdeteksi di India. Tetapi tidak seperti varian Delta, itu tidak terdaftar sebagai varian virus yang menjadi perhatian. Sebaliknya, WHO memperlakukannya sebagai varian yang menarik, namun masih sangat menular dan berpotensi mematikan.


WHO mengatakan, varian yang menarik adalah varian yang telah diidentifikasi menyebabkan penularan komunitas atau beberapa kasus Covid-19 atau telah terdeteksi di banyak negara. Menurut SBS News, varian ini juga tengah melanda Australia.


Para ahli kesehatan mengatakan kekhawatirannya bahwa Kappa juga berpotensi jauh lebih menular, menyebar ke seluruh India dan anak benua. Jeroen Weimar, Deputy Secretary di Department for Health and Human Services Australia, mengatakan bahwa varian Kappa dapat menyebar melalui kontak singkat.


Jika varian Covid-19 lainnya sebelumnya menginfeksi orang lain di rumah atau tempat kerja yang sama, varian Kappa memiliki kemampuan "penularan dari orang asing ke orang asing". Varian Kappa juga dilaporkan memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan (spike protein) yang bisa menjadi faktor yang menyebabkan penyebaran virus.

Share:

4 Tips Mudah Menanam Cabai Rawit (Untuk Pemula)


Siapa yang tidak kenal si merah ini? Bentuknya yang imut nan kecil dapat membuat kita merasakan sensasi yang begitu pedas. Ya benar cabe rawit namanya. Dilansir dari bobo.id - cabai rawit adalah salah satu tanaman yang bisa ditanam sendiri di rumah. Agar lebih hemat dan lebih terjaga kebersihannya, cobalah untuk menanamnya sendiri di rumah.


Rasanya yang pedas menjadi idaman masyarakat Indonesia, tidak heran peminatnya sangat banyak sehingga penjualan cabai ini pun mengalami kenaikan. Kebutuhan yang tinggi membuat harga cabai ini pun melambung tinggi, tapi alih-alih membelinya ternyata kita bisa menanamnya sendiri loh gengs. Menanam cabai itu gampang-gampang susah. Bagaimana caranya menanam cabai rawit di rumah? Yuk, cari tahu!  

Berdasarkan Kompas.com, ada beberapa tips yang bisa teman-teman pakai bila ingin menanam cabai di rumah. Tips ini biasa digunakan oleh para petani cabai agar memperoleh hasil kebun yang melimpah. Berikut ini adalah beberapa tips menanam cabai rawit:


1. Siapkan Tanah 

  • Sebelum menanam, sebaiknya siapkan dulu media tanamnya biasanya berupa tanah.
  • Lalu, campuran tanah yang sudah disediakan. Campurannya terdiri dari tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang, dan arang sekam. 
  • Untuk mencegah serangan hama, diperlukan sterilisasi.
  • Sterilisasi ini dilakukan dengan menjemur campuran tanah tersebut di bawah sinar matahari.


2. Rendam Bibit dalam Air Hangat

  • Untuk bibit, teman-teman bisa menggunakan cabai yang memiliki kualitas yang baik. 
  • Rendam bibit dalam air hangat dengan suhu sekitar 45-50 derajat celcius selama satu jam. 
  • Kemudian, pilih bibit yang tenggelam di dalam air. Para pakar menyatakan viabilitas biji tanaman bisa dilihat ketika kita merendamnya dalam air, biji yang tenggelam artinya memilih kemungkinan hidup yang lebih tinggi. Selain itu cara ini juga dilakukan untuk merangsang kecepatan pertumbuhan bibit.


3. Proses Penanaman

  • Masukkan bibit cabai rawit ke dalam wadah, baik itu pot ataupun polybag. Kemudian, tutup dengan karung plastik atau daun pisang.
  • Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan bibit cabai rawit.
  • Untuk penyiraman, digunakan sistem sempot agar bibit cabai rawit tidak terlalu banyak terkena air. 


4. Proses Pemeliharaan

  • Proses pemeliharaan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam menanam cabai rawit.
  • Proses pemeliharaan terdiri dari penyiraman, penyiangan, dan pemupukan. Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi hari dan sore hari. 
  • Penyiangan dilakukan dua minggu sekali, dengan cara membuang rumput-rumput liar yang ada di dalam atau di sekitar pot. 
  • Pemupukan diberikan ketika cabai rawit sudah berumur satu bulan.

Gimana gengs tipsnya? Mudah banget kan? Yuk coba kita praktikan tips ini di rumah kalian ya. Bagi yang sudah mencoba boleh di sharing di kolom komentar bagaimana hasilnya. Selamat mencoba!



Share:

Minggu, 13 Juni 2021

Cerpen Bahasa Inggris, "The Boy and His Empty Basin"

 The Boy and His Empty Basin


Long, long time ago there lived a king. He was very old and he no own children. So he wanted to select a new king in the country.

One day, the king asked his ministers to give all the children in the country some flowers seeds and told them, “Who can plant the most beatiful flowers will be the king” and then the children took home the seeds that the king had given to care for.

A child named David planted the seeds and looked after them carefully. But day after day, no flower came out from the basin. He was very disappointed. He began to worry and thought about replacing it with other seeds. However, he remembers that cheating is not a good thing, so he discourages from replacing it with other seeds.

It was time to show the beatiful flowers. The children from all over the country came with their beatiful flowers with the happy face.

The king walked in front of the children. When he saw the beatiful flowers, he was very unhappy. 

Suddenly, he saw a child carrying an empty basin with a disappointed face. But the king was very glad and asked the boy, “Why do carry an empty basin?” The boy cried and told him truth. 

The king laughed, “You are an honest boy. You will be the king.” Because the fact, the seeds had been boiled. -Kev



Share:

Sabtu, 12 Juni 2021

(Heboh) Kelahiran 1 Ekor Badak Jawa Menjadi Harapan Bagi Indonesia

Dilansir dari CNN.com Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengumumkan kelahiran dua ekor badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.



Badak jawa lahir sepasang, anak badak jawa jantan bernama Luther dan anak badak jawa betina bernama Helen. Keberadaan anak badak jawa dapat diketahui dari hasil monitoring tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon sejak Maret hingga Agustus 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak.

 Menurut The International Union for Conservation of Nature Red List (IUCN Red List) Badak Jawa atau dalam Bahasa Inggris sering disebut Javan Rhinoceros merupakan salah satu hewan yang kritis atau sangat terancam akan kepunahan. Dalam website resmi ICUN Red List hewan dengan nama latin Rhinoceros sondaicus memiliki status Critically endangered atau dalam Bahasa Indonesia disebut terancam punah.

Namun demikian Wiratno menyatakan kelahiran bayi Badak Jawa ini memberikan harapan baru untuk kelangsungan spesies ini.

"Tahun lalu, di TN Ujung Kulon juga terdapat empat kelahiran individu badak jawa. Kelahiran badak jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi Badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies badak jawa," ujar Wiratno dikutip dari Antara, Senin (21/9).




Hingga Agustus tahun ini, jumlah kumulatif badak jawa berdasarkan data terakhir KLHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina, dengan komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan klaster usia remaja-dewasa.

Wiratno juga memastikan perihal ketersediaan pakan spesies terancam punah itu di semenanjung Ujung Kulon masih tergolong sangat baik, sehingga menjadi daya dukung kehidupan bagi badak jawa pada saat ini dan masa yang akan datang. Dan beliau mempertegas bahwa pihaknya akan terus memantau dalam pengambilan data Badak Jawa.

"Pengambilan data dan observasi habitat terus dilakukan. Pandemi ini tidak menghentikan kegiatan lapangan KLHK khususnya petugas konservasi di TN Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia," ucap Wiratno.

Wiratno mengatakan dukungan APBN untuk konservasi dan taman nasional setidaknya menjadi penting dan memastikan tidak terjadinya kepunahan satwa-satwa kunci seperti badak. Termasuk untuk kegiatan konservasi di taman nasional di antaranya TNUK yang merupakan rumah bagi badak bercula satu yang terus berkembang jumlah populasinya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya telah memerintahkan patroli dan kegiatan perlindungan kawasan konservasi termasuk terhadap satwa liar tetap dilaksanakan di masa pandemi COVID-19. Menteri LHK Siti Nurbaya pada pertemuan virtual menteri-menteri lingkungan hidup negara anggota G20 pada Rabu (16/9), menegaskan Pemerintah sedikitnya mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak kurang dari Rp4 triliun untuk rehabilitasi lahan dan konservasi.

"Dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari badak jawa ini terus menyambung, dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini. Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK. Ibu Menteri juga berkesempatan memberikan nama anak badak jantan 'Luther' dan yang betina diberi nama 'Helen'," ujar Wiratno.

Badak merupakan salah satu spesies satwa langka kunci bersama-sama dengan gajah, orangutan, harimau, komodo, dan species lainnya sebagai spesies penting di dunia.

Share:

Hewan dan Serangga Ini Bisa Meramalkan Bencana Alam!

Setiap makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa memiliki kemampuan dan kelebihannya masing-masing. Salah satunya adalah kemampuan dalam memprediksi/meralamalkan bencana alam. Hal ini dapat kita ketahui melalui tingkah lakunya. Hewan akan berperilaku aneh sebelum terjadinya bencana. Hal terbukti dalam hitungan jam bahkan menit setelahnya bencana benar-benar datang.

Hewan apa sajakah gitu? Yuk kita simak gengs... 

1. Gajah


Gajah cenderung berlarian kesana kemari dan berloncat berloncat sejak sekitar seminggu sebelum  gunung meletus atau beberapa saat menjelang pasang naik dan tsunami. Gajah memiliki insting yang dapat merasakan getaran dan letupan di dalam perut gunung dekat habitatnya, sehingga berperilaku aneh dan cenderung berlari menjauhi  arah gunung yang akan meletus. Contohnya adalah perilaku gajah di kota Lampung menjelang meletusnya Gunung Krakatau tanggal 27 Agustus 1883. Gajah  yang tinggal di pinggir pantai akan segera berlari menuju arah bukit (menjauhi pantai), beberapa saat menjelang adanya tsunami di Thailand.

2. Anjing dan Kucing

Penelitian oleh seorang ahli geologi dari California (USA). Menyatakan bahwa jika insting anjing merasakan akan segera terjadi bencana alam, maka anjing akan melarikan diri dari kandang atau tempat tinggal sekitar tiga hari menjelang terjadinya bencana alam. Contoh: kasus kehilangan hewan peliharaan anjing dan kucing di California meningkat tajam menjelang gempa di Loma Prieta, Northern California, USA. Hewan-hewan ini berprilaku tidak seperti biasanya sebelum terjadi gempa. Dilansir dari National Geographic, kucing bisa mengeong tanpa alasan yang jelas saat akan terjadi gempa. Itu adalah penanda bahwa kucing merasa gugup dan gelisah. Dilansir dari Telegraph, seseorang yang tinggal di Pantai Galle, Sri Lanka melaporkan bahwa kedua anjingnya menolak untuk pergi ke pantai. Selain itu, menurut Indo-Asian News Service, di sepanjang Pantai Cuddalore India, ribuan orang tewas dalam tsunami 2004. Namun, banyak kerbau, kambing, dan anjing tak terluka sama sekali.

3.  Lumba-lumba

Pada beberapa saat menjelang terjadinya tsunami, lumba-lumba akan berteriak-teriak khas suaranya sambil berloncat-loncat meminta perhatian. Apabila kelompok lumba-lumba ini diikuti (dengan berenang ataupun diving), lumba-lumba akan berenang menjauhi pantai kearah laut lepas. Contoh: lumba-lumba di suatu pulau Thailand menjelang tsunami tahun 2006.

4. Tikus

Tikus mengalami kepanikan seperti orang bingung pada beberapa saat menjelang terjadinya gempa, sehinga mudah di tangkap. Dilansir dari Scientific American, perilaku hewan tak biasa sebelum gempa pertama kali didokumentasikan oleh sejarawan Romawi Aelian pada tahun 373 SM. Lima hari sebelum gempa bumi menghancurkan kota Helike, hewan-hewan, seperti tikus, musang, ular, kelabang dan serangga muncul dari bawah tanah dan melarikan diri dari kota.

5. Burung


Burung memiliki kepekaan terhadap variasi medan magnet bumi. Pada beberapa saat menjelang gempa bumi, medan magnet bumi mengalami perubahan sehingga mengganggu kemampuan navigasi burung. Ion-ion pada burung keluar sehingga dapat menggangu perambatan gelombang elektrik (neurotrnasmiter) dalam otak burung. Akibatnya, burung sering di temukan terbang dengan keseimbangan yang terganggu, khususnya pada burung-burung yang sedang migrasi. Ayam menghasilkan telur sedikit atau tidak bertelur sama sekali jika akan terjadi gempa. Apabila manusia memperhatikan hal ini, burung ini terganggu kemampuan navigasi dan bertelurnya karena adanya getaran. 

6. Lebah


Lebah akan meninggalkan sarang denganpanik beberapa menit sebelum terjadinya gempa. Lebah kembali lagi ke sarangnya sekitar 15 menit setelah gempa berhenti. (Miller, 1996). Pengembangan Dari “Animals warning system” berupa pembuatan alat sensor yang dapat menangkap gelombang elektromagnetik frekuensi rendah seperti pada gempa bumi yang di buat oleh Marsha Adams (dari San Fransisco). Di provinsi Xingtai, Cina (1968) didirikan stasiun percobaan secara biologis untuk memprediksi terjadinya gempa. Selain itu, mereka merasakan perubahan kelembapan di atmosfer. Itu sebabnya, mereka akan berlindung di sarangnya sebelum hujan turun atau badai berlangsung.

 Wah gimana keren-keren banget kan? Itu tadi hewan-hewan luar biasa yang bisa memprediksi bencana alam. Kira-kira hewan apa yang pernah kamu jumpai? Yuk, sampaikan di kolom komentar. -Kev


Sumber : Buku Pendidikan Lingkungan Hidup oleh Dewi Aniyati, S.Pd., Pipih Sopiah S.Pd. dkk terbitan Arya Duta.

Share:

Globe of visitors

Visitors Count

coinpayu

Definition List

Unordered List