Cari Blog Ini

Earn your money here!

coinpayu

Sabtu, 12 Juni 2021

(Heboh) Kelahiran 1 Ekor Badak Jawa Menjadi Harapan Bagi Indonesia

Dilansir dari CNN.com Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengumumkan kelahiran dua ekor badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.



Badak jawa lahir sepasang, anak badak jawa jantan bernama Luther dan anak badak jawa betina bernama Helen. Keberadaan anak badak jawa dapat diketahui dari hasil monitoring tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon sejak Maret hingga Agustus 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak.

 Menurut The International Union for Conservation of Nature Red List (IUCN Red List) Badak Jawa atau dalam Bahasa Inggris sering disebut Javan Rhinoceros merupakan salah satu hewan yang kritis atau sangat terancam akan kepunahan. Dalam website resmi ICUN Red List hewan dengan nama latin Rhinoceros sondaicus memiliki status Critically endangered atau dalam Bahasa Indonesia disebut terancam punah.

Namun demikian Wiratno menyatakan kelahiran bayi Badak Jawa ini memberikan harapan baru untuk kelangsungan spesies ini.

"Tahun lalu, di TN Ujung Kulon juga terdapat empat kelahiran individu badak jawa. Kelahiran badak jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi Badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies badak jawa," ujar Wiratno dikutip dari Antara, Senin (21/9).




Hingga Agustus tahun ini, jumlah kumulatif badak jawa berdasarkan data terakhir KLHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina, dengan komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan klaster usia remaja-dewasa.

Wiratno juga memastikan perihal ketersediaan pakan spesies terancam punah itu di semenanjung Ujung Kulon masih tergolong sangat baik, sehingga menjadi daya dukung kehidupan bagi badak jawa pada saat ini dan masa yang akan datang. Dan beliau mempertegas bahwa pihaknya akan terus memantau dalam pengambilan data Badak Jawa.

"Pengambilan data dan observasi habitat terus dilakukan. Pandemi ini tidak menghentikan kegiatan lapangan KLHK khususnya petugas konservasi di TN Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia," ucap Wiratno.

Wiratno mengatakan dukungan APBN untuk konservasi dan taman nasional setidaknya menjadi penting dan memastikan tidak terjadinya kepunahan satwa-satwa kunci seperti badak. Termasuk untuk kegiatan konservasi di taman nasional di antaranya TNUK yang merupakan rumah bagi badak bercula satu yang terus berkembang jumlah populasinya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya telah memerintahkan patroli dan kegiatan perlindungan kawasan konservasi termasuk terhadap satwa liar tetap dilaksanakan di masa pandemi COVID-19. Menteri LHK Siti Nurbaya pada pertemuan virtual menteri-menteri lingkungan hidup negara anggota G20 pada Rabu (16/9), menegaskan Pemerintah sedikitnya mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak kurang dari Rp4 triliun untuk rehabilitasi lahan dan konservasi.

"Dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari badak jawa ini terus menyambung, dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini. Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK. Ibu Menteri juga berkesempatan memberikan nama anak badak jantan 'Luther' dan yang betina diberi nama 'Helen'," ujar Wiratno.

Badak merupakan salah satu spesies satwa langka kunci bersama-sama dengan gajah, orangutan, harimau, komodo, dan species lainnya sebagai spesies penting di dunia.

Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Globe of visitors

Visitors Count

coinpayu

Definition List

Unordered List